Selasa, 22 Juli 2008

A Tough Love

Pernah dengar istilah "tough love"? Mencintai dengan cara yang agak keras dan tidak dengan kelembutan. Mother daughter relationship mengajarkan saya banyak hal soal Tough Love...
Dulu saya bertanya, kenapa seorang ibu kadang justru menjadi sosok yang begitu keras dan mengerikan, dan kadang - maaf - kejam. Padahal surga ada di bawah telapak kaki ibu ...

Satu perenungan yang saya peroleh adalah : "selalu ada alasan dari segala kejadian yang ada dalam hidup ini" Kenapa harus mendapat perlakuan keras dari orang terdekat, dan ini seorang ibu yang dulu melahirkan kita. Dan tak jarang, ada keluar kata-kata dari ibu : "...kalau tau begini, mending ibu ga lahirin kamu ke dunia ini!..." Itu biasanya kalau puncaknya sudah tinggi, dan ibu sudah tidak bisa menahan emosi kesal lagi.

Kalau dengar percakapan ibu-ibu, akan terdengar hal-hal ini :
1. Capek deh, tuh anak nggak bisa diatur, suka ngelawan aja.
2. Coba kalau anak saya seperti anak kamu yah, Jeng.
3. Kalau saya ngomong A, pasti deh nih anak bilangnya B, nggak pernah dia mau dengerin, selalu ada ngelawan.
4. Yah, kita kan orang tua udah makan asam garam kehidupan, udah deh percaya aja, jangan melawan.

Di sisi lain, ada ungkapan anak-anaknya yang menuntut :
1. Saya kan punya pendapat juga, kenapa pendapat saya harus selalu sama dengan mama.
2. OK deh, orang tua yang selalu bener. Kalaupun orang tua salah, anak akan tetap dipersalahkan, dengan alasan : "ya namanya juga orang tua, kan pendidikan lebih bodoh dibandingkan si anak"

Sebelum terjun ke masyarakat, kalau sudah sering menghadapi situasi sulit, contoh : bertarung dengan orang yang kita sayangi, karakter akan terlatih untuk lebih tangguh dan siap sedia dengan kesulitan selanjutnya yang lebih berat dan lebih menguras energi.

But still, ilmu pendidikan sudah maju, kalau dulu, seorang ibu memukul anaknya dianggap lumrah. Hasil penelitian pun sudah menunjukkan betapa efek negatif akan dirasakan oleh anak-anak yang dididik dengan kekerasan. Bahwa kekerasan bukanlah mendidik, bahwa pola didik yang memaksakan kehendak, hanya akan menyisakan kesedihan dan kemarahan. Dan ini berarti seorang anak pun berhak untuk menentukan batas sampai mana perlakukan orang tua. Seorang anak berhak menjaga dirinya sebagai manusia yang utuh ketika orang tua sudah melecehkan dirinya.

mau tau lebih jauh? Baca deh buku berjudul "Boundaries"

Tidak ada komentar: